Argentina melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Swiss 3-1 dalam laga perempat final yang penuh drama di Arrowhead Stadium, Kansas City. Julian Alvarez mencetak gol spektakuler di menit ke-112 babak perpanjangan waktu sebelum Lautaro Martinez menambah gol ketiga, mengatur pertarungan semifinal melawan Inggris.

Alvarez Cetak Gol Spektakuler, Embolo Kartu Merah: Argentina Kalahkan Swiss 3-1 di Drama 120 Menit

Messi Assist, Mac Allister Buka Skor

Suasana di Arrowhead Stadium terasa seperti Buenos Aires — 90% penonton mengenakan jersey biru-putih Argentina. Setiap sentuhan Messi disambut sorakan gemuruh. Dan Messi membalas dukungan itu lebih awal.

Menit ke-10, dari tendangan sudut, Messi mengirim bola lambung yang melengkung menjauhi jangkauan kiper Gregor Kobel. Alexis Mac Allister, dengan lari yang tepat waktu, menyundul bola ke sudut jauh gawang. 1-0 untuk Argentina!

Assist ini adalah kontribusi gol ke-10 Messi di turnamen ini (8 gol, 2 assist), menjadikannya pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang memimpin kedua-dua klasemen pencetak gol dan assist sepanjang masa.

Ndoye Samakan Kedudukan

Argentina, anehnya, mundur setelah unggul — pola yang sama yang hampir merugikan mereka melawan Mesir dan Cape Verde. Swiss memanfaatkan kesempatan.

Menit ke-67, Dan Ndoye bermain satu-dua dengan Ricardo Rodriguez di tepi kotak penalti. Ndoye memotong ke dalam dan melepaskan tembakan rendah yang melewati celah kaki Emiliano Martinez ke sudut jauh. 1-1! Gol yang layak untuk Swiss setelah hampir 20 menit mendominasi permainan.

Kartu Merah Embolo: Titik Balik

Lima menit setelah gol penyama, pertandingan berubah secara dramatis. Breel Embolo, yang sudah memegang kartu kuning, terjatuh di dalam kotak penalti setelah sedikit sentuhan dari Leandro Paredes. Wasit Joao Pinheiro awalnya memberikan kartu kuning kepada Paredes — tetapi VAR turun tangan.

Tayangan ulang menunjukkan Paredes hampir tidak menyentuh Embolo. Pinheiro membatalkan kartu kuning Paredes dan sebaliknya memberikan kartu kuning kedua kepada Embolo karena simulasi. Kartu merah! Swiss harus bermain dengan 10 pemain selama sisa 18 menit waktu normal dan seluruh babak perpanjangan waktu.

Embolo meninggalkan lapangan dengan air mata. Kapten Swiss, Granit Xhaka, marah setelah pertandingan: “Kartu merah itu mengubah segalanya. Kami kalah karena satu keputusan wasit.”

Perpanjangan Waktu: Alvarez Sang Penentu

Swiss, dengan 10 pemain, membangun tembok pertahanan yang luar biasa. Kobel melakukan beberapa penyelamatan heroik. Akanji dan Elvedi menangkis segalanya. Mereka bertahan hingga 112 menit.

Kemudian Julian Alvarez mengambil alih. Jose Manuel Lopez, pemain pengganti, mengirim bola dari kiri. Alvarez menerima di tepi kotak penalti, mengambil satu sentuhan, dan melepaskan tembakan melengkung yang indah ke sudut atas kanan gawang. Kobel tidak bergerak — tidak ada kiper di dunia yang bisa menyelamatkannya. 2-1!

Gol pertama Alvarez di turnamen ini tidak bisa datang di waktu yang lebih tepat. Lautaro Martinez menambah gol ketiga di masa injury time, menceploskan bola muntah setelah tembakan Thiago Almada diselamatkan. 3-1.

Semifinal: Argentina vs Inggris

Argentina kini akan menghadapi Inggris di semifinal pada 15 Juli di Atlanta. Pertarungan dua raksasa sepak bola dunia yang sarat dengan sejarah — Messi vs Bellingham, juara bertahan vs Three Lions.

Argentina telah melalui perpanjangan waktu dalam dua dari tiga pertandingan knockout mereka. Kelelahan adalah nyata, tetapi begitu juga ketahanan mereka. Tim Scaloni tidak pernah kalah dalam 12 pertandingan Piala Dunia berturut-turut — rekor terpanjang dalam sejarah mereka.

Inggris akan menjadi tantangan yang berbeda. Tetapi selama Messi berada di lapangan, dan selama pemain seperti Alvarez bisa menghasilkan momen-momen ajaib, Argentina akan selalu percaya.

BAGIKAN 𝕏 f W