TORONTO — Sepak bola punya cara untuk menguji iman. Selama 45 menit di BMO Field, para pendukung Senegal duduk dalam keheningan yang mencekam, menyaksikan tim mereka mendominasi penguasaan bola, menciptakan peluang demi peluang, tapi entah bagaimana gagal mencetak gol melawan Irak yang sudah kebobolan tujuh gol dalam dua pertandingan. Hantu dari peluang yang terbuang melawan Prancis dan Norwegia kembali menghantui Lions of Teranga.
Lalu babak kedua dimulai. Dan apa yang terjadi selanjutnya bukan sekadar kemenangan. Itu adalah katarsis.
Ismaila Sarr telah menjadi wajah dari frustrasi Senegal sekaligus harapan mereka sepanjang turnamen ini. Melawan Norwegia, dia mencetak dua gol dalam kekalahan — golnya datang terlambat untuk mengubah hasil. Melawan Irak, dia memastikan waktunya sempurna.
Tiga menit setelah jeda, Pape Matar Sarr — tidak ada hubungan keluarga, tapi punya koneksi telepati di lapangan — mengirim umpan terobosan menembus pertahanan Irak. Akselerasi Ismaila Sarr sangat menghancurkan. Satu sentuhan untuk mengontrol, satu sentuhan untuk mengatur, satu sentuhan untuk menembak melewati Jalal Hassan. Stadion meledak. Beban 225 menit tanpa gol di Piala Dunia ini terangkat dari pundak Senegal.
Gol kedua, enam menit kemudian, adalah penebusan Nicolas Jackson. Striker Chelsea itu telah menjadi subjek percakapan cemas di kalangan penggemar Senegal. Dia membentur tiang gawang melawan Prancis. Dia melewatkan peluang melawan Norwegia. Di menit ke-53, ketika umpan silang Iliman Ndiaye melengkung ke kotak penalti, Jackson menyerangnya dengan kemarahan seorang pria yang telah menunggu sepanjang kariernya untuk momen ini. Sundulannya tak terhentikan. Selebrasinya — berlutut, tangan terangkat ke langit — adalah gambaran seorang pemain yang akhirnya bebas.
Tendangan roket Pape Matar Sarr di menit ke-61 adalah gol terbaik pertandingan. Dari jarak 25 yard, gelandang Tottenham itu melepaskan tembakan kaki kanan yang masih naik saat mengenai jaring. Hassan, yang telah menjadi pahlawan Irak di babak pertama, bahkan tidak menyelam. Beberapa tembakan memang tidak dimaksudkan untuk diselamatkan.
Gol kedua Sarr di menit ke-74 adalah hadiah dari pertahanan Irak — back-pass ceroboh yang dicegatnya dengan insting predator alami. Dia melewati Hassan dan menyelesaikan dengan ketenangan seorang pria yang telah mencetak empat gol dalam dua pertandingan Piala Dunia. Sarr kini menjadi pencetak gol terbanyak Senegal dalam satu edisi Piala Dunia.
Sundulan Habib Diallo di menit ke-88 membuatnya menjadi lima. Skor ini tegas. Tapi juga, dengan caranya sendiri, penuh belas kasihan — skor ini mencerminkan kebenaran pertandingan, bukan kekejaman dari kekalahan tipis.
Irak meninggalkan Piala Dunia dengan kepala terangkat lebih tinggi dari yang ditunjukkan hasil mereka. Gol Aymen Hussein melawan Norwegia akan diputar ulang di Baghdad untuk generasi mendatang. Tim Graham Arnold kalah kelas, tapi mereka tidak pernah dipermalukan — tidak dalam semangat, tidak dalam usaha.

Klasemen Akhir Grup I
Prancis juara grup (9 poin), Norwegia runner-up (6 poin), Senegal ketiga (3 poin, -1 GD) menunggu nasib di tabel tim peringkat ketiga terbaik, Irak tersingkir.
Statistik
- Senegal 5-0 Irak
- Gol: I. Sarr 48′, 74′; Jackson 53′; P.M. Sarr 61′; Diallo 88′
- Tembakan: Senegal 22-5 Irak
- Penguasaan bola: Senegal 61%-39% Irak
- Stadion: BMO Field, Toronto
- Tanggal: 26 Juni 2026