KANSAS CITY — Stadion Arrowhead menjadi saksi salah satu pertandingan paling aneh di Piala Dunia 2026. Belanda menang 3-1 atas Tunisia, tetapi dua dari tiga gol mereka adalah gol bunuh diri — dan yang ketiga baru datang dari kaki pemain Belanda asli di menit ke-78. Sepak bola memang kadang tidak masuk akal.

Belanda 3-1 Tunisia: Dua Gol Bunuh Diri, Satu Drama — Oranje Melaju, Jepang Menanti Brasil!

Drama di Lapangan

Belanda membutuhkan satu poin untuk memuncaki Grup F. Tunisia, yang sudah tersingkir, bermain tanpa beban. Hasilnya: pertandingan yang penuh dengan kejutan.

Menit ke-26: Cody Gakpo — bintang Liverpool yang menjadi andalan serangan Belanda — mengirim umpan silang rendah dari sayap kiri. Bola meluncur deras melintasi mulut gawang. Memphis Depay berlari menyambut, tetapi sebelum ia bisa menyentuh bola, bek Tunisia yang panik malah menendang bola ke gawang sendiri. Gol bunuh diri pertama.

Menit ke-52: Denzel Dumfries — bek kanan Inter Milan yang terkenal dengan stamina tiada habisnya — melakukan hal yang sama dari sayap kanan. Umpan silang rendah, bola mengenai gelandang Tunisia yang mencoba menghalau, dan bola melambung pelan melewati kiper. Gol bunuh diri kedua.

Dua gol, dua gol bunuh diri. Para pemain Belanda saling memandang dengan ekspresi setengah malu, setengah lega.

Tunisia, dengan harga diri yang terluka, bangkit. Mereka mencetak gol balasan melalui serangan balik yang dieksekusi dengan sempurna — sebuah pengingat bahwa mereka bukan tim yang bisa diremehkan. Untuk sesaat, skor 2-1 membuat pertandingan ini hidup kembali.

Tapi kemudian datanglah Brian Brobbey.

Brobbey: Pahlawan yang Dinanti

Brobbey masuk menggantikan Depay yang mulai kelelahan. Striker Ajax Amsterdam ini bukan nama yang paling dikenal di skuad Belanda — ia adalah pemain yang sering menjadi cadangan, sering diragukan, sering dibandingkan dengan striker-striker legendaris Belanda masa lalu.

Tapi di menit ke-78, Brobbey melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh siapa pun malam itu: ia mencetak gol sungguhan.

Menerima bola dengan membelakangi gawang, ia melindunginya dengan tubuh kekarnya, berputar, dan melepaskan tembakan rendah yang tak bisa dijangkau kiper. Gol pertamanya di Piala Dunia. Gol yang mengakhiri kutukan gol bunuh diri malam itu.

Brobbey berlari ke sudut lapangan, merayakan dengan tinju terkepal. Rekan-rekannya mengerumuninya. Ini adalah momen yang akan ia kenang selamanya.

Klasemen Akhir Grup F

Pos Tim M W D L GF GA GD Pts
1 Belanda 3 2 1 0 7 2 +5 7
2 Jepang 3 1 2 0 6 2 +4 5
3 Swedia 3 0 2 1 3 5 -2 2
4 Tunisia 3 0 1 2 2 8 -6 1

Apa Selanjutnya?

Belanda akan menghadapi Maroko di babak 32 besar — ulangan dari babak 16 besar Piala Dunia 2022 yang dimenangkan Belanda 2-0. Tapi Maroko sekarang adalah tim yang berbeda: lebih berpengalaman, lebih percaya diri, dan haus akan balas dendam. Ini akan menjadi pertandingan yang panas.

Jepang akan menghadapi Brasil. Samurai Blue telah mengalahkan Jerman dan Spanyol di Piala Dunia sebelumnya — tapi Brasil? Ini adalah level yang berbeda. Ini adalah ujian terbesar bagi generasi emas sepak bola Jepang.

Swedia harus menunggu hasil dari grup lain untuk menentukan nasib mereka sebagai tim peringkat ketiga terbaik. Tunisia pulang — untuk ketujuh kalinya di Piala Dunia, tanpa pernah mencapai babak gugur.

Sumber: MSN, ESPN, FIFA

BAGIKAN 𝕏 f W