Inggris melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Norwegia 2-1 dalam laga perempat final yang mendebarkan di Hard Rock Stadium, Miami. Jude Bellingham menjadi bintang dengan dua gol — termasuk gol kemenangan di menit ke-93 babak perpanjangan waktu — untuk membawa Three Lions ke pertarungan semifinal melawan Argentina.

Bellingham Pahlawan Lagi, Haaland Tak Berkutik: Inggris Kalahkan Norwegia 2-1 di Drama 120 Menit

Schjelderup Bikin Kejutan

Norwegia memulai pertandingan dengan penuh percaya diri, dan mereka mendapat hadiah di menit ke-36. Martin Ødegaard merebut bola dari Harry Kane di lini tengah sebelum mengirim umpan kepada Andreas Schjelderup di sisi kiri. Pemain muda 22 tahun itu melepaskan tembakan keras yang mengenai tiang jauh sebelum masuk ke gawang Jordan Pickford. 1-0 untuk Norwegia!

Gol pertama Schjelderup di Piala Dunia membuat para pendukung Norwegia melompat kegirangan. Inggris memprotes kepada wasit Clément Turpin dengan alasan Ødegaard melakukan pelanggaran saat merebut bola, tetapi gol tetap disahkan.

Norwegia hampir menggandakan keunggulan di menit ke-44 ketika Ødegaard mengirim umpan terobosan kepada Alexander Sørloth yang berlari bersama Erling Haaland dalam situasi 2-lawan-1. Namun Sørloth memilih menembak sendiri alih-alih mengoper kepada Haaland yang berdiri bebas — bola diblok dan Pickford mengamankannya. Peluang emas terbuang sia-sia.

Bellingham Samakan Skor

Inggris bangkit di masa injury time babak pertama. Menit 45+2, Anthony Gordon melakukan penetrasi di sisi kiri dan mengirim umpan ke dalam kotak penalti. Bellingham menerima bola, melewati dua bek Norwegia, dan — meski kehilangan keseimbangan — berhasil menyapu bola dengan kaki kiri ke sudut jauh gawang. 1-1!

Gol kelima Bellingham di turnamen ini. Namun drama belum berakhir — beberapa menit kemudian, Bellingham mengirim umpan terobosan kepada Kane yang mencetak gol dengan chip indah. Tapi bendera offside terangkat! Gol dianulir. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Kontroversi VAR: Gol Norwegia Dibatalkan

Babak kedua menghadirkan kontroversi terbesar pertandingan. Menit ke-55, dari tendangan sudut, Haaland didorong ke Elliot Anderson sebelum Torbjørn Heggem melesakkan bola muntah ke gawang. Pemain Norwegia merayakan gol tersebut, tetapi VAR turun tangan.

Setelah peninjauan panjang, Turpin membatalkan gol karena pelanggaran Haaland. Keputusan ini memicu kemarahan kubu Norwegia. Alf-Inge Haaland, ayah Erling, kemudian menulis di media sosial: “Selamat Bellingham dan wasit. Kami merasa dirampok hari ini.”

Norwegia terus menekan. Menit ke-76, Kristoffer Ajer menyundul bola yang mengenai mistar gawang, dan Haaland gagal menyelesaikan bola muntah. Pickford melakukan beberapa penyelamatan krusial untuk menjaga Inggris tetap hidup.

Perpanjangan Waktu: Bellingham Sang Penentu

Pertandingan memasuki perpanjangan waktu dengan skor 1-1. Hanya tiga menit setelah kick-off, Inggris mencetak gol kemenangan. Morgan Rogers, pemain pengganti, melepaskan tembakan jarak jauh dari 25 meter. Ørjan Nyland, kiper Norwegia, gagal menangkap bola dengan sempurna — dan Bellingham, dengan naluri predator alami, melesat masuk untuk menceploskan bola muntah ke gawang. 2-1!

Ini adalah gol keenam Bellingham di turnamen ini, menyamai rekor Kane sebagai pencetak gol terbanyak Inggris. Ia juga menjadi pemain termuda sejak Pelé pada 1958 yang mencetak dua gol atau lebih dalam dua pertandingan knockout Piala Dunia berturut-turut.

Haaland Dikurung: Strategi Pertahanan Inggris

Kemenangan Inggris dibangun di atas kerja pertahanan luar biasa terhadap Haaland. John Stones dan Marc Guéhi menjalankan strategi pengawalan yang hampir sempurna: Stones bertindak agresif secara fisik, Guéhi melakukan sapuan di belakang, dan Elliot Anderson memotong suplai bola dari Ødegaard.

Statistik sangat mengejutkan: Haaland hanya mencatat 21 sentuhan, 2 tembakan, dan 1 tembakan tepat sasaran dalam 106 menit permainan. Ini adalah pertandingan pertama di turnamen ini di mana ia gagal mencetak gol. Pelatih Norwegia, Ståle Solbakken, mengakui setelah pertandingan bahwa Haaland “benar-benar kelelahan” dan mengalami masalah paha.

Semifinal: Inggris vs Argentina

Inggris kini akan menghadapi Argentina di semifinal pada 15 Juli di Atlanta. Pertarungan dua mantan juara dunia ini menjanjikan laga yang penuh sejarah dan emosi — Bellingham vs Messi, Tuchel vs taktik Argentina.

Tuchel jujur setelah pertandingan: “Kami mempersulit diri sendiri hari ini. Hasilnya fantastis, tapi saya tidak puas dengan performa. Kami harus bermain lebih baik.”

Namun dengan Bellingham dalam performa seperti ini — enam gol, dua kali menjadi pahlawan pertandingan — Inggris memiliki senjata yang tidak bisa diabaikan oleh tim mana pun.

BAGIKAN 𝕏 f W