LOS ANGELES — Di SoFi Stadium yang megah, seorang gelandang berusia 26 tahun dari Motherwell mencatatkan namanya dalam buku sejarah sepak bola Selandia Baru. Elijah Just mencetak dua gol — pemain Selandia Baru pertama yang membukukan brace di Piala Dunia — tetapi itu tetap tidak cukup untuk mengalahkan Iran, yang bangkit dari ketertinggalan bukan sekali, melainkan dua kali, untuk mengamankan hasil imbang 2-2.
Hasil ini membuat Grup G berada dalam keseimbangan sempurna: keempat tim mengoleksi satu poin setelah putaran pertama. Belgia, Mesir, Iran, Selandia Baru — tidak ada yang menang, tidak ada yang kalah, dan tidak ada yang tahu siapa yang akan lolos.
Tujuh Menit yang Mengejutkan
Piala Dunia Iran baru saja dimulai ketika ancaman datang. Menit ke-7, Chris Wood — striker 34 tahun yang memainkan pertandingan Piala Dunia pertamanya dalam 15 tahun 357 hari — menahan bola dengan dada di tepi kotak penalti dan menyodorkannya ke Just. Gelandang Motherwell itu tidak ragu. Tendangan voli kaki kanannya melesat melewati Alireza Beiranvand dan bersarang di sudut atas gawang.
Itu adalah gol tercepat kedua yang pernah diterima Iran di Piala Dunia. Yang tercepat terjadi pada tahun 1978, ketika José Velásquez dari Peru mencetak gol setelah hanya dua menit. Empat puluh delapan tahun kemudian, sejarah terulang kembali.
Jawaban Rezaeian
Iran tidak panik. Menit ke-32, Ramin Rezaeian — bek kanan yang mencetak gol ke gawang Wales pada 2022 — menyelinap ke dalam kotak penalti dan menceploskan bola untuk menyamakan kedudukan. Itu adalah gol keduanya di Piala Dunia, menjadikannya pemain Iran kedua setelah Mehdi Taremi yang mencetak dua gol di panggung terbesar sepak bola.
Iran kini telah mencetak gol di pertandingan pembuka mereka dalam tiga Piala Dunia berturut-turut: 2018 (gol bunuh diri lawan Maroko), 2022 (dua gol Taremi lawan Inggris), dan 2026 (gol Rezaeian). Rekor ini terus berlanjut. Tapi rekor tidak memenangkan pertandingan.
Just Melakukannya Lagi
Menit ke-54 membawa déjà vu. Wood, lagi-lagi, adalah arsiteknya. Sentuhannya menemukan Just, yang meluncurkan diri ke arah bola dengan penyelesaian sliding yang mengalahkan Beiranvand untuk kedua kalinya. 2-1 Selandia Baru. Just telah melakukan apa yang belum pernah dilakukan pemain Selandia Baru mana pun: mencetak dua gol dalam satu pertandingan Piala Dunia.
Gol Piala Dunia Selandia Baru sebelumnya terjadi pada 1982 melawan Skotlandia — kekalahan 5-2 di mana Steve Sumner dan Steve Wooddin masing-masing mencetak satu gol. Empat puluh empat tahun antara penampilan multi-gol Piala Dunia. Just telah menjembatani jarak itu sendirian.
Sundulan Mohebi
Tapi Iran punya satu jawaban lagi. Menit ke-64, Rezaeian mengirim umpan silang dari kanan, dan Mohammad Mohebi melompat di atas pertahanan Selandia Baru untuk menyundul bola ke gawang. 2-2. Rezaeian menjadi pemain Iran pertama yang mencatatkan gol dan assist dalam pertandingan Piala Dunia yang sama. Tiga gol terakhir Iran di Piala Dunia semuanya melibatkan dia secara langsung.
Pelajaran untuk Indonesia
Pertandingan ini adalah pelajaran tentang ketangguhan mental. Iran datang ke turnamen ini dengan beban luar biasa — 15 anggota delegasi mereka ditolak visa AS, mereka harus bermarkas di Tijuana, Meksiko, dan melakukan perjalanan lima jam melintasi perbatasan untuk setiap pertandingan. Namun mereka tetap bangkit dua kali dari ketertinggalan.
Ini adalah pelajaran berharga bagi sepak bola Indonesia. Di level tertinggi, talenta saja tidak cukup. Yang membedakan tim adalah karakter, ketahanan mental, dan kemampuan untuk bangkit ketika segalanya tampak tidak mungkin. Iran menunjukkan bahwa dengan mentalitas yang tepat, tidak ada yang mustahil.
Klasemen Grup G
| Pos | Tim | M | M | S | K | GM | GK | SG | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Belgia | 1 | 0 | 1 | 0 | 1 | 1 | 0 | 1 |
| 2 | Mesir | 1 | 0 | 1 | 0 | 1 | 1 | 0 | 1 |
| 3 | Iran | 1 | 0 | 1 | 0 | 2 | 2 | 0 | 1 |
| 4 | Selandia Baru | 1 | 0 | 1 | 0 | 2 | 2 | 0 | 1 |
Detail Pertandingan:
- Iran 2-2 Selandia Baru
- Stadion: SoFi Stadium, Los Angeles
- Gol: Just 7′, 54′ (Selandia Baru), Rezaeian 32′ (Iran), Mohebi 64′ (Iran)
- Pemain Terbaik: Ramin Rezaeian (Iran)