Piala Dunia FIFA 2026 — Grup F, Matchday 2 | 21 Juni | Levi’s Stadium, San Francisco

SAN FRANCISCO — Menit ke-23, Cody Gakpo menerima bola di sisi kiri. Ia mendongak, melihat Denzel Dumfries berlari ke kotak penalti, dan mengirim umpan silang yang jatuh sempurna di kaki Dumfries. Dumfries tidak mengontrol. Ia langsung menembak. 1-0.

Menit ke-56, Gakpo mendapat bola lagi. Kali ini ia memutuskan untuk melakukannya sendiri. Ia menerima umpan Frenkie de Jong di luar kotak penalti, satu sentuhan, lalu melepaskan tembakan rendah ke sudut jauh. Robin Olsen menjangkau tapi bola terlalu cepat. 2-0.

Menit ke-78, Swedia memperkecil ketertinggalan. Alexander Isak menerima bola di kotak penalti, berputar, dan menembak. Bola membentur Virgil van Dijk dan melambung melewati kiper. 2-1.

12 menit terakhir, Swedia menyerang habis-habisan. Sundulan Isak melebar. Tembakan jarak jauh Dejan Kulusevski ditepis. Tapi Belanda bertahan. Peluit akhir berbunyi. Para pemain Oranje berpelukan. Dua kemenangan dari dua pertandingan. Lolos ke 32 besar.

Gakpo: Pemimpin Baru Belanda

Gakpo muncul di Piala Dunia 2022 — mencetak tiga gol di turnamen itu. Empat tahun kemudian, ia bukan lagi “anak muda berbakat.” Ia adalah jantung tim Belanda ini.

Satu gol. Satu assist. Setiap sentuhan Gakpo di sisi kiri membuat pertahanan Swedia panik. Ia bukan tipe pemimpin yang berteriak — ia berbicara dengan kakinya.

Gakpo kini bermain untuk Liverpool, dan Premier League membuatnya menjadi pemain yang lebih lengkap. Ia bukan lagi sekadar pemain sayap yang memotong ke dalam dan menembak. Ia adalah penyerang serbaguna yang bisa menciptakan, menyelesaikan, dan mengatur serangan.

Swedia: Berjuang Keras, Tapi Tidak Cukup

Swedia kalah dari Tunisia di laga pembuka. Kekalahan lagi akan membuat peluang lolos mereka hampir habis. Mereka berjuang — Isak berlari tanpa henti, Kulusevski menciptakan masalah di sisi kanan. Tapi pertahanan Belanda — dipimpin Van Dijk dan De Ligt — adalah tembok.

Swedia melepaskan 14 tembakan, hanya empat tepat sasaran. Gol Isak berasal dari defleksi, sebuah keberuntungan.

Pelajaran untuk Sepak Bola Indonesia

Belanda mengajarkan kita tentang pentingnya membangun fondasi pertahanan yang kokoh. Mereka tidak mencetak banyak gol — empat gol dalam dua pertandingan. Tapi mereka hanya kebobolan satu. Kunci kesuksesan mereka bukanlah serangan yang spektakuler, melainkan pertahanan yang disiplin.

Indonesia bisa belajar dari ini. Kita mungkin tidak bisa mencetak banyak gol melawan tim-tim kuat. Tapi kita bisa bertahan dengan disiplin. Kita bisa membangun tembok yang sulit ditembus. Pertahanan yang solid adalah fondasi dari setiap tim yang sukses.

Klasemen Grup F

Pos Tim M M S K GM GK SG Poin
1 Belanda 2 2 0 0 4 1 +3 6
2 Tunisia 2 1 0 1 2 2 0 3
3 Jepang 2 0 1 1 1 2 -1 1
4 Swedia 2 0 1 1 1 3 -2 1

Detail Pertandingan:

BAGIKAN 𝕏 f W