BOSTON — Ini seharusnya menjadi malam ketika Kylian Mbappe dan Erling Haaland menyelesaikan persaingan Sepatu Emas mereka di bawah lampu Stadion Gillette. Tapi Ousmane Dembele punya rencana lain. Dan rencana itu brutal.
Bayangkan ini: Anda datang ke stadion untuk menyaksikan duel dua penyerang paling mematikan di planet ini. Masing-masing sudah mengemas empat gol dalam dua pertandingan. Atmosfernya listrik. Ribuan suporter Norwegia dengan Viking Row mereka yang legendaris. Ribuan suporter Prancis yang yakin tim mereka akan menjadi juara dunia. Semua siap untuk pertarungan epik.
Lalu pelatih Norwegia, Stale Solbakken, membuat keputusan yang mengejutkan: sepuluh perubahan dari tim yang mengalahkan Senegal. Haaland di bangku cadangan. Martin Odegaard di bangku cadangan. Solbakken memilih logika — kedua tim sudah lolos, mengapa mempertaruhkan pemain bintang untuk pertandingan yang hanya menentukan posisi pertama?
Logika itu benar. Tapi sepak bola tidak selalu tentang logika.
Apa yang terjadi selanjutnya adalah salah satu babak pertama paling menghancurkan yang pernah disaksikan Piala Dunia. Ousmane Dembele, pemenang Ballon d’Or 2025, memutuskan untuk mengubah pertandingan ini menjadi pertunjukan pribadinya.
Menit ke-7. Mbappe mengirim umpan silang lapangan yang membelah pertahanan Norwegia. Dembele menerima di sayap kanan, memotong ke dalam, melewati satu bek, lalu bek kedua, lalu melepaskan tembakan kaki kanan yang menusuk ke sudut kiri bawah. Egil Selvik hanya bisa menonton. 1-0.
Menit ke-20. Skrip yang sama. Mbappe lagi yang mengirim umpan. Dembele lagi yang mengeksekusi. Kali ini dengan kaki kiri. Dari tepi kotak penalti. Sudut yang sama. 2-0.
Lalu, secercah harapan untuk Norwegia. Hanya 79 detik setelah gol kedua Dembele, Thelo Aasgaard — yang ibunya orang Prancis, sebuah detail yang menambah lapisan ironi yang indah — melepaskan tembakan cerdas dari tepi kotak penalti. Bola meluncur melewati kerumunan pemain dan masuk ke gawang Mike Maignan. 2-1. Viking Row meledak. Untuk sesaat, Norwegia percaya.
Dembele memadamkan kepercayaan itu pada menit ke-32. Gol ketiganya adalah salinan sempurna dari gol kedua: kaki kiri, dari tepi kotak, sudut bawah yang sama. Tiga gol dalam 25 menit. Hanya Erich Probst dari Austria, yang mencetak hat-trick dalam 24 menit melawan Cekoslowakia pada tahun 1954, yang pernah melakukannya lebih cepat di Piala Dunia. Dembele bergabung dengan Just Fontaine dan Mbappe sebagai satu-satunya pemain Prancis yang mencetak hat-trick Piala Dunia.
Di babak kedua, Norwegia punya peluang untuk memperkecil ketertinggalan. Menit ke-49, Theo Hernandez menjatuhkan Oscar Bobb di kotak penalti — penalti untuk Norwegia. Tapi tendangan Jorgen Strand Larsen terlalu lemah, mudah diselamatkan oleh Maignan. Bobb sendiri kemudian digagalkan Maignan dalam situasi satu lawan satu. Malam itu bukan milik Norwegia.
Gol keempat Prancis datang di menit injury time. Bradley Barcola, pemain pengganti, mengirim umpan silang dari kiri, dan Desire Doue menyundul gol pertamanya di turnamen ini. 4-1. Sempurna.
Ada cerita yang lebih dalam di balik kemenangan ini. Pelatih Prancis, Didier Deschamps, tidak berada di Boston. Dia telah kembali ke Prancis untuk menghadiri pemakaman ibunya. Para pemainnya telah berjanji untuk memberikan penampilan yang layak sebagai penghormatan. Mereka tidak hanya menepati janji itu — mereka menciptakan sebuah mahakarya.

Klasemen Grup I
Prancis juara Grup I dengan rekor sempurna: tiga kemenangan, sembilan poin, 10 gol dicetak. Mereka akan menghadapi Swedia di babak 32 besar pada 30 Juni di New Jersey.
Norwegia finis kedua dengan enam poin, akan bertemu Pantai Gading di hari yang sama di Dallas.
Senegal, setelah menghancurkan Irak 5-0 di Toronto, finis ketiga dengan tiga poin dan menunggu nasib di tabel tim peringkat ketiga terbaik.
Irak tersingkir dengan nol poin.
Statistik Pertandingan
- Norwegia 1-4 Prancis
- Gol: Dembele 7′, 20′, 32′; Aasgaard 21′; Doue 90+4′
- Tembakan: Norwegia 12-18 Prancis
- Tembakan tepat sasaran: Norwegia 4-9 Prancis
- Penguasaan bola: Norwegia 38%-62% Prancis
- Tendangan sudut: Norwegia 3-8 Prancis
- Stadion: Gillette Stadium, Boston
- Tanggal: 26 Juni 2026