12 Juni 2026, Toronto — Terkadang sepak bola menulis cerita yang bahkan Hollywood tidak akan percaya. Kanada, tuan rumah bersama yang belum pernah meraih satu poin pun dalam enam pertandingan Piala Dunia sebelumnya, tampaknya akan menelan kekalahan ketujuh berturut-turut. Kapten Alphonso Davies absen karena cedera. Bosnia unggul 1-0 sejak menit ke-21. 40.000 pendukung di BMO Field mulai kehilangan harapan.

Lalu Jesse Marsch membuat keputusan yang akan dikenang selamanya: memasukkan Cyle Larin pada menit ke-76. Dua menit kemudian, semuanya berubah.

Babak Pertama: Gol Lukić Membungkam Toronto

Kanada memulai dengan penuh semangat. Alanis Morissette menyanyikan O Canada, dan stadion yang dipenuhi merah-putih bergemuruh. Jonathan David, pencetak gol terbanyak sepanjang masa Kanada, mendapat peluang pada menit ke-17, tetapi tendangannya diamankan kiper Bosnia Nikola Vasilj.

Pada menit ke-21, mantan bek Arsenal Sead Kolasinac menyundul bola dari situasi bola mati, dan Jovo Lukić — melompat paling tinggi — menanduk bola melewati Maxime Crépeau. Bosnia unggul 1-0. Stadion yang tadinya bergemuruh tiba-tiba sunyi.

Ismaël Koné membuang peluang emas pada menit ke-30, tendangannya melambung jauh di atas mistar.

Babak Kedua: Dua Menit Larin

Kanada terus menekan setelah jeda. David nyaris menyamakan kedudukan, tetapi Kolasinac — lagi-lagi — menyapu bola dari garis gawang, dan bola membentur mistar sebelum keluar. Momen itu terasa seperti vonis: malam ini bukan milik Kanada.

Marsch melakukan tiga pergantian pada menit ke-61. Namun keputusan terbesarnya datang pada menit ke-76: Cyle Larin masuk menggantikan Tani Oluwaseyi. Larin belum mencetak gol untuk Kanada sejak Oktober 2024 — hampir dua tahun tanpa gol internasional.

Dua menit kemudian, Promise Akinpelu mengirimkan umpan ke kotak penalti. Larin menerima bola, memutar badan, dan melepaskan tendangan yang sedikit membelok dari bek lawan sebelum menaklukkan Vasilj. 1-1. BMO Field meledak.

Itu adalah gol internasional ke-31 Larin. Tidak ada yang lebih berarti dari ini.

Pelajaran untuk Sepak Bola Indonesia

Pertandingan ini adalah pengingat bahwa dalam sepak bola, tidak ada yang mustahil. Kanada — negara yang secara historis bukan kekuatan sepak bola — menunjukkan bahwa dengan keberanian pelatih membuat keputusan sulit dan semangat pantang menyerah, sejarah bisa ditulis ulang. Marsch tidak ragu menarik pemain dan memasukkan Larin yang sedang dalam paceklik gol. Hasilnya: sebuah momen yang akan dikenang selamanya.

Klasemen Grup B

Pos Tim M M S K GM GK SG Poin
1 Swiss 1 0 1 0 1 1 0 1
2 Qatar 1 0 1 0 1 1 0 1
3 Kanada 1 0 1 0 1 1 0 1
4 Bosnia dan Herzegovina 1 0 1 0 1 1 0 1

Keempat tim Grup B memiliki poin yang sama: 1.

Pertandingan Mendatang

Sumber: SBS Sport, 101 Great Goals, ESPN

BAGIKAN 𝕏 f W