ATLANTA — Delapan tahun lalu, Maroko tersingkir di fase grup Piala Dunia 2018. Empat tahun lalu, mereka mencapai semifinal. Sekarang, mereka kembali ke babak knockout — untuk kedua kalinya berturut-turut.
Bagaimana sebuah negara Afrika Utara bisa naik begitu cepat?
Investasi pada infrastruktur. Maroko membangun Akademi Sepak Bola Mohammed VI, salah satu fasilitas pelatihan terbaik di dunia, dengan biaya lebih dari $60 juta.
Strategi diaspora. Maroko secara aktif merekrut pemain keturunan Maroko yang lahir di Eropa — Hakim Ziyech (Belanda), Achraf Hakimi (Spanyol), dan Sofiane Boufal (Prancis) adalah contohnya.
Kepercayaan pada pelatih lokal. Walid Regragui adalah pelatih Maroko pertama yang memimpin tim di Piala Dunia sejak 1994. Dia memahami budaya dan psikologi pemainnya dengan cara yang tidak bisa dilakukan pelatih asing.
Klasemen Akhir Grup C
| Pos | Tim | M | M | S | K | GM | GK | SG | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Brasil | 3 | 2 | 1 | 0 | 7 | 1 | +6 | 7 |
| 2 | Maroko | 3 | 2 | 1 | 0 | 8 | 4 | +4 | 7 |
| 3 | Skotlandia | 3 | 1 | 0 | 2 | 2 | 5 | -3 | 3 |
| 4 | Haiti | 3 | 0 | 0 | 3 | 3 | 10 | -7 | 0 |
Sumber: ESPN, Sohu