NEW YORK — Jika ada yang masih meragukan bahwa Prancis adalah tim yang harus dikalahkan di Piala Dunia ini, mereka baru saja mendapat jawaban paling tegas. Kylian Mbappe mencetak dua gol untuk menjadi pencetak gol terbanyak dalam sejarah babak knockout Piala Dunia, Michael Olise menyumbang dua assist, dan Les Bleus menghancurkan Swedia 3-0 di MetLife Stadium untuk melaju ke babak 16 besar.
Ini bukan sekadar kemenangan. Ini adalah pernyataan. Mbappe kini memiliki 10 gol knockout Piala Dunia — terbanyak dalam sejarah, melampaui legenda Brasil Ronaldo dan Leonidas (masing-masing 8 gol). Total gol Piala Dunianya kini 18 gol, hanya satu di belakang rekor sepanjang masa Lionel Messi sebanyak 19 gol. Enam golnya di turnamen ini mengikatnya dengan Messi di puncak daftar pencetak gol. Dan Olise? Lima assist dalam satu turnamen — terbanyak oleh pemain mana pun di satu Piala Dunia sejak Thomas Hassler dari Jerman pada tahun 1994.
Tapi yang membuat penampilan ini begitu menakutkan bagi lawan-lawan Prancis di masa depan adalah keragaman ancaman serangan mereka. Swedia datang dengan rencana permainan yang jelas — bertahan rapat, menggagalkan, dan menyerang balik melalui Alexander Isak dan Viktor Gyokeres. Selama 44 menit, itu berhasil. Kiper Swedia, Zetterstrom, membuat sembilan penyelamatan — beberapa di antaranya kelas dunia. Mbappe melihat golnya dianulir karena offside. Dia membentur tiang dari jarak dekat. Olise melakukan tendangan salto terbang yang membentur tiang gawang. Tiga kali Prancis mengenai tiang. Tiga kali Swedia selamat.
Lalu, pada menit ke-45, bendungan itu jebol. Tendangan sudut pendek menemui Ousmane Dembele, yang menyelipkan bola kepada Mbappe di tepi kotak penalti. Kapten Prancis itu melewati Gyokeres dengan gerakan stepover yang menghancurkan, membuka tubuhnya, dan melengkungkan tendangan kaki kanan ke sudut jauh. 1-0. Gol ke-17 Mbappe di Piala Dunia. Gol knockout kesembilan — rekor baru sepanjang masa. Dan momen di mana perlawanan Swedia runtuh.
Babak kedua adalah kelas master dalam penghancuran terkendali. Olise, yang diam-diam mengendalikan ritme permainan sepanjang malam, mengambil alih panggung utama. Pada menit ke-53, ia mengirim umpan nutmeg yang membelah lini tengah Swedia — Bradley Barcola menyambutnya dan menyelesaikan dengan ketenangan seorang veteran. 2-0. Assist keempat Olise di turnamen ini.
Kemudian, pada menit ke-74, pukulan mematikan. Olise, sekali lagi, dengan umpan yang membelah garis pertahanan Swedia seperti pisau bedah. Mbappe, mengatur waktu larinya dengan sempurna, mengambil bola di sisi kiri kotak dan mencungkil penyelesaian halus ke sudut jauh. 3-0. Assist kelima Olise. Gol Piala Dunia ke-18 Mbappe. Permainan selesai.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia yang menghargai kehebatan ketika melihatnya, ini adalah penampilan untuk dinikmati. Kita jarang mendapat kesempatan menyaksikan pemain yang beroperasi pada level ini — pemain yang tidak hanya memecahkan rekor tetapi mendefinisikan ulang apa yang mungkin. Mbappe kini memiliki lebih banyak gol knockout Piala Dunia daripada pemain mana pun dalam sejarah, dan ia melakukannya hanya dalam sembilan pertandingan knockout.
Swedia, dengan segala hormat, tidak pernah benar-benar berada dalam pertandingan ini begitu gol pertama masuk. Mereka lolos dari “Grup Maut” — bersama Belanda, Jepang, dan Tunisia — sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, tetapi ketiga tim yang lolos dari grup itu kini telah tersingkir di babak knockout pertama. Ini adalah pengingat yang menyedihkan bahwa bertahan di babak grup dan bersaing di babak knockout adalah dua hal yang sangat berbeda.
Prancis kini akan menghadapi Paraguay di babak 16 besar — Paraguay yang sama yang menyingkirkan Jerman melalui adu penalti. Di atas kertas, seharusnya mudah. Tapi ini Piala Dunia, dan tidak ada yang pernah mudah. Yang kita tahu adalah ini: Prancis telah mencetak tiga gol atau lebih dalam lima pertandingan Piala Dunia berturut-turut, sebuah rekor turnamen. Mereka memiliki pemain terbaik di planet ini dalam performa terbaik dalam hidupnya. Dan mereka memiliki kuartet serangan — Mbappe, Dembele, Olise, Barcola — yang tidak bisa dirasa aman oleh pertahanan mana pun di kompetisi ini.
Pesan dari New York sangat jelas: jika Anda ingin memenangkan Piala Dunia ini, Anda harus melewati Prancis. Selamat berjuang.