Spanyol melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Belgia 2-1 dalam laga perempat final yang penuh drama di SoFi Stadium, Los Angeles. Mikel Merino, pemain pengganti yang kembali menjadi pahlawan, mencetak gol kemenangan di menit ke-88. Sementara itu, cedera Thibaut Courtois menjadi momen paling menyayat hati di turnamen ini.

Fabian Ruiz Buka Skor untuk La Roja
Pelatih Luis de la Fuente membuat keputusan taktis yang mengejutkan dengan mencadangkan Pedri dan memasang Fabian Ruiz di lini tengah bersama Rodri. Keputusan itu terbukti tepat.
Menit ke-30, Lamine Yamal yang berusia 18 tahun menunjukkan visi luar biasa dengan umpan terobosan kepada Pedro Porro. Bek kanan Tottenham itu menusuk ke dalam kotak penalti dan mengirim umpan silang mendatar. Dani Olmo melepaskan tembakan yang ditepis Courtois, tetapi Fabian Ruiz dengan cepat menyambar bola muntah. Bola mengenai bek Belgia dan melambung masuk ke gawang. 1-0 untuk Spanyol.
Spanyol mendominasi babak pertama dengan penguasaan bola 63%, sembilan tembakan, dan tiga tepat sasaran. Belgia hanya mampu melepaskan dua tembakan sepanjang 45 menit pertama.
De Ketelaere Samakan Skor Lewat Sundulan
Belgia tidak menyerah. Menit ke-41, Timothy Castagne mengirim umpan silang dari sisi kanan. Charles De Ketelaere, penyerang Atalanta yang semakin matang, melompat lebih tinggi dari Pau Cubarsi dan Aymeric Laporte. Sundulannya keras dan terarah, melewati Unai Simon yang tak berdaya. 1-1.
Gol ini mengakhiri rekor luar biasa Unai Simon — 649 menit tanpa kebobolan di Piala Dunia, memecahkan rekor 517 menit milik legenda Italia, Walter Zenga. Skor imbang bertahan hingga turun minum.
Courtois Tinggalkan Lapangan dengan Air Mata
Babak kedua, Spanyol terus menggempur pertahanan Belgia. Namun Courtois — kiper terbaik dunia — berdiri kokoh dengan lima penyelamatan gemilang. Sampai tragedi terjadi di menit ke-70.
Courtois terjatuh setelah melakukan penyelamatan rutin. Ia mencoba melanjutkan permainan setelah mendapat perawatan, tetapi hanya bertahan satu menit sebelum memberi isyarat ke bangku cadangan. Pemandangan Courtois berjalan keluar lapangan dengan air mata mengalir adalah salah satu momen paling emosional di Piala Dunia ini. Di usia 34 tahun, ini mungkin Piala Dunia terakhirnya.
Senne Lammens, kiper cadangan berusia 24 tahun dengan pengalaman internasional yang minim, harus masuk di saat-saat paling kritis.
Merino: Spesialis Gol Kemenangan dari Bangku Cadangan
De la Fuente menunggu hingga menit ke-86 untuk memasukkan Merino. Dua menit kemudian, Pau Cubarsi melepaskan tembakan jarak jauh dari luar kotak penalti. Lammens gagal menangkap bola dengan sempurna, dan Merino — seolah sudah tahu ke mana bola akan jatuh — menyambar bola muntah dan menceploskannya ke gawang. 2-1!
Ini adalah gol kemenangan kedua berturut-turut Merino sebagai pemain pengganti di babak knockout. Sebelumnya, ia mencetak gol kemenangan di masa injury time melawan Portugal di babak 16 besar. Tidak ada pemain dalam sejarah 96 tahun Piala Dunia yang pernah melakukan hal seperti ini.
Statistik: Spanyol Layak Menang
Spanyol mencatat penguasaan bola 68%, 17 tembakan dengan 8 tepat sasaran. Belgia hanya 32% penguasaan bola, 5 tembakan, dan 2 tepat sasaran. Kemenangan Spanyol sepenuhnya pantas.
Akhir Era Generasi Emas Belgia
Bagi Belgia, kekalahan ini menandai berakhirnya generasi emas. Kevin De Bruyne, 35 tahun, mungkin tidak akan pernah bermain di Piala Dunia lagi. Romelu Lukaku nyaris tidak terlihat sepanjang pertandingan. Cedera Courtois menambah kepedihan pada perpisahan yang sudah menyakitkan.
Generasi yang finis ketiga di 2018, perempat finalis di 2014 dan 2026, akan selalu dikenang sebagai tim yang nyaris — nyaris meraih kejayaan, tapi tidak pernah cukup.
Semifinal: Spanyol vs Prancis
Spanyol akan menghadapi Prancis di semifinal pada 14 Juli di Dallas. Dua raksasa Eropa dengan filosofi yang sangat berbeda — penguasaan bola Spanyol melawan serangan balik mematikan Prancis.
Dengan rekor 36 pertandingan tanpa kekalahan dalam waktu normal, Spanyol semakin percaya diri. Dan dengan Merino di bangku cadangan — pencetak gol kemenangan paling berbahaya di turnamen ini — La Roja memiliki senjata rahasia yang bisa membawa mereka ke final.