HOUSTON — Tidak ada gol di NRG Stadium. Tidak ada momen yang akan diputar ulang selama puluhan tahun. Namun ketika peluit akhir berbunyi, para pemain Cape Verde roboh ke rumput seolah-olah mereka baru saja memenangkan Piala Dunia.
Dalam arti tertentu, mereka memang memenangkannya.
Cape Verde, populasi 600.000 jiwa, adalah negara terkecil yang pernah lolos ke babak knockout Piala Dunia. Seluruh negara mereka memiliki lebih sedikit penduduk daripada kota Houston. Mereka tidak memiliki liga profesional. Pemain mereka tersebar di klub-klub kecil di Portugal, Siprus, dan divisi bawah sepak bola Eropa.
Dan mereka berada di babak 32 besar.
Hasil imbang 0-0 dengan Arab Saudi bukanlah pertandingan sepak bola dalam arti tradisional. Ini adalah pengepungan. Cape Verde bertahan dengan tekad putus asa. Vozinha di gawang sangat luar biasa. Roberto Lopes dan Logan Costa di pertahanan tengah adalah tembok yang tak tertembus.
Arab Saudi menguasai 63% bola. 14 tembakan, lima tepat sasaran. Tapi mereka tidak bisa mencetak gol. Cape Verde hanya punya tiga tembakan, nol tepat sasaran. Mereka tidak peduli. Satu-satunya angka yang penting adalah di papan skor: 0-0.
Ini adalah tim yang bermain imbang 0-0 dengan Spanyol. Imbang 1-1 dengan Uruguay. Tiga pertandingan, tiga hasil imbang, tiga poin, nol kekalahan. Hiu Biru tidak kalah satu pertandingan pun di Piala Dunia pertama mereka.

Klasemen Akhir Grup H
Spanyol juara grup (9 poin), Uruguay runner-up (6 poin), Cape Verde ketiga (3 poin) lolos ke babak 32 besar, Arab Saudi tersingkir.
Statistik
- Cape Verde 0-0 Arab Saudi
- Tembakan: Cape Verde 3-14 Arab Saudi
- Penguasaan bola: Cape Verde 37%-63% Arab Saudi
- Stadion: NRG Stadium, Houston
- Tanggal: 26 Juni 2026