Piala Dunia FIFA 2026 — Grup D, Matchday 2 | 20 Juni | Arrowhead Stadium, Kansas City
KANSAS CITY — Menit ke-24, Australia mendapat tendangan sudut. Harry Souttar melompat di atas semua orang. Dengan tinggi 1,98 meter, ia adalah menara di langit Kansas City. Sundulannya menghantam tanah, Matt Turner menepis tapi bola tetap melewati garis.
1-0. Australia. Arrowhead Stadium terdiam.
Keheningan bertahan 12 menit.
Menit ke-36, Christian Pulisic menerima bola di sisi kiri. Ia mendongak sekali, lalu mengirim umpan silang melengkung melewati pertahanan Australia dan jatuh sempurna di kaki Folarin Balogun. Sang striker menyambar bola first time. 1-1.
Menit ke-58, Pulisic mendapat bola lagi. Kali ini di luar kotak penalti, menghadapi dua bek. Ia mengecoh, lalu melepaskan tembakan rendah ke tiang jauh. Mathew Ryan menjangkau tapi tidak bisa menahan. 2-1.
Pulisic berlari ke arah suporter AS, tangan terentang. Ia adalah kapten tim ini. Ia adalah jiwa tim ini. Satu gol, satu assist. Dari tertinggal 0-1 menjadi unggul 2-1 dalam 34 menit.
Australia: Sundulan Souttar, Lalu Apa?
Awal Australia sempurna. Gol Souttar — gol keduanya di turnamen ini — seharusnya menjadi fondasi kemenangan bersejarah.
Tapi setelah gol, Australia mundur. Mereka membiarkan AS menguasai bola. Mereka membiarkan Pulisic bebas di sisi kiri. Mereka membiarkan permainan lepas dari kendali.
Ini bukan pertama kalinya Australia membuat kesalahan ini di turnamen besar. Mereka tahu cara mempertahankan keunggulan melawan tim yang lebih kuat. Tapi ketika harus mengendalikan pertandingan sendiri, mereka goyah.
AS: Penebusan Pulisic
Pulisic dikritik setelah hasil imbang melawan Skotlandia di laga pembuka. Ia hampir tidak terlihat. Tim bermain tanpa arah.
Malam ini ia menjawab semua pertanyaan dengan kakinya sendiri. Satu gol, satu assist. Ini adalah penampilan ke-80 untuk tim nasional AS. Usianya baru 27 tahun, tapi ia sudah menjadi pemimpin yang tak terbantahkan.
Pelajaran untuk Sepak Bola Indonesia
Pulisic adalah contoh sempurna tentang pentingnya memiliki pemimpin di lapangan. Ketika AS tertinggal, ia tidak menunggu orang lain menyelamatkan situasi. Ia mengambil bola. Ia menciptakan peluang. Ia mencetak gol. Ia menyelamatkan timnya sendiri.
Indonesia membutuhkan pemimpin seperti ini. Pemain yang tidak takut mengambil tanggung jawab di momen-momen sulit. Pemain yang, ketika segalanya tidak berjalan baik, berkata: “Berikan bola padaku. Aku yang akan selesaikan.”
Klasemen Grup D
| Pos | Tim | M | M | S | K | GM | GK | SG | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | AS | 2 | 1 | 1 | 0 | 3 | 2 | +1 | 4 |
| 2 | Australia | 2 | 1 | 0 | 1 | 3 | 3 | 0 | 3 |
| 3 | Skotlandia | 2 | 0 | 1 | 1 | 1 | 2 | -1 | 1 |
| 4 | Turki | 2 | 0 | 1 | 1 | 1 | 2 | -1 | 1 |
Detail Pertandingan:
- AS 2-1 Australia
- Stadion: Arrowhead Stadium, Kansas City, AS
- Gol: Souttar 24′ (Australia); Balogun 36′, Pulisic 58′ (AS)
- Man of the Match: Christian Pulisic (AS)