Piala Dunia FIFA 2026 — Grup E, Matchday 2 | 20 Juni | Kansas City Stadium, Missouri
KANSAS CITY — Menit ke-3, Enner Valencia lolos satu lawan satu. Eloy Room menjatuhkan diri ke kanan dan menepis bola.
Menit ke-60, Gonzalo Plata menyundul bola dari jarak dekat. Room menepisnya.
Menit ke-64, Valencia menyundul lagi. Room menangkapnya.
Menit ke-89, tembakan Preciado membentur mistar.
Peluit akhir berbunyi. Ekuador 0-0 Curacao.
Ekuador melepaskan 27 tembakan. 15 tepat sasaran. Penguasaan bola 75%. 9 tendangan sudut. xG 3,05. Curacao hanya 3 tembakan tepat sasaran. Penguasaan bola 25%. 0 tendangan sudut.
Tapi skor akhir 0-0.
Karena Curacao punya kiper bernama Eloy Room.
Room: Kiper 37 Tahun yang Membuat Sejarah
Eloy Room, 37 tahun, bermain untuk Miami FC di divisi dua Amerika Serikat. Ia pernah memenangkan Eredivisie bersama PSV, bermain lebih dari 250 kali untuk Vitesse, dan 102 kali untuk Columbus Crew. Kariernya panjang dan terhormat, tapi ia tidak pernah menjadi pusat perhatian.
Malam itu di Kansas City, ia menjadi bagian dari sejarah Piala Dunia.
15 penyelamatan — rekor terbanyak dalam 90 menit pertandingan Piala Dunia sejak pencatatan dimulai tahun 1966. Rekor sebelumnya dipegang Ramon Quiroga dari Peru (14 penyelamatan, 1978).
Curacao: Negara dengan 158.000 Penduduk
Curacao adalah negara kepulauan Karibia dengan populasi 158.000 jiwa dan luas 444 km persegi. Seluruh penduduk negara ini lebih sedikit dari kapasitas sebagian besar stadion Piala Dunia.
Tapi negara ini sekarang memiliki poin di Piala Dunia.
25 dari 26 pemain di skuad lahir di Belanda. Mereka dibesarkan dalam sistem sepak bola Belanda — Ajax, Feyenoord, PSV. Pelatih mereka adalah Dick Advocaat, 78 tahun, yang telah melatih timnas Belanda tiga kali.
Pelajaran untuk Sepak Bola Indonesia
Pertandingan ini adalah bukti bahwa organisasi pertahanan yang disiplin bisa mengalahkan bakat individu yang superior. Curacao tidak memiliki pemain sekelas Caicedo atau Valencia. Tapi mereka memiliki struktur. Mereka tahu di mana harus berdiri, kapan harus menekan, dan bagaimana melindungi kiper mereka.
Indonesia bisa belajar dari ini. Kita mungkin tidak bisa mengalahkan tim-tim kuat dengan bermain terbuka. Tapi kita bisa bertahan dengan disiplin. Kita bisa membangun tembok.
Klasemen Grup E
| Pos | Tim | M | M | S | K | GM | GK | SG | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Jerman | 2 | 2 | 0 | 0 | 4 | 1 | +3 | 6 |
| 2 | Pantai Gading | 2 | 1 | 0 | 1 | 2 | 2 | 0 | 3 |
| 3 | Ekuador | 2 | 0 | 1 | 1 | 0 | 1 | -1 | 1 |
| 4 | Curacao | 2 | 0 | 1 | 1 | 1 | 7 | -6 | 1 |
Detail Pertandingan:
- Ekuador 0-0 Curacao
- Stadion: Kansas City Stadium, Missouri, AS
- Gol: Tidak ada
- Man of the Match: Eloy Room (Curacao)
- Wasit: Ma Ning (China)