Piala Dunia FIFA 2026 — Grup H, Pertandingan 2 | 22 Juni | Stadion Hard Rock, Miami

MIAMI — Menit ke-21. Tendangan bebas, jarak 30 meter. Kevin Pina berdiri di belakang bola. Ia menarik napas. Berlari. Menendang.

Bola melesat melewati pagar betis Uruguay dan bersarang di sudut atas gawang. 1-0.

Itu adalah gol pertama Tanjung Verde dalam sejarah Piala Dunia. Sebuah negara dengan 600.000 penduduk telah tiba di panggung terbesar sepak bola dunia.

Pertandingan berakhir 2-2. Tanjung Verde, negara terkecil di turnamen ini, kini memiliki dua poin dari dua pertandingan — setelah menahan Spanyol 0-0 dan kini Uruguay 2-2. Dongeng mereka berlanjut.

Pina: Gol yang Mengubah Segalanya

Kevin Pina, 26 tahun, bermain di liga Arab Saudi. Sebelum Piala Dunia ini, namanya tidak dikenal. Kini ia diabadikan dalam sejarah Tanjung Verde selamanya.

Tendangan bebas itu adalah gol tendangan bebas langsung pertama yang pernah dicetak ke gawang Uruguay dalam sejarah Piala Dunia.

Muslera: Blunder yang Menghantui

Menit ke-61, Uruguay memimpin 2-1. Sebuah bola panjang dari pertahanan Tanjung Verde. Tidak berbahaya. Muslera, 40 tahun, keluar dari sarangnya. Tapi ia salah perhitungan. Bola lepas dari tangannya. Jatuh ke kaki Helio Varela yang mendorongnya ke gawang kosong. 2-2.

Muslera berlutut di rumput. Tidak ada rekan setim yang mendekatinya.

Pelajaran untuk Sepak Bola Indonesia

Tanjung Verde membuktikan bahwa negara kecil bisa bersaing di level tertinggi. Dengan organisasi pertahanan yang disiplin dan semangat juang yang luar biasa, mereka menahan dua juara dunia — Spanyol dan Uruguay. Untuk Indonesia, ini adalah inspirasi: ukuran negara bukanlah batasan. Yang penting adalah sistem, disiplin, dan keyakinan.

Klasemen Grup H

Pos Tim M M S K GM GK SG Poin
1 Spanyol 2 1 1 0 4 0 +4 4
2 Uruguay 2 0 2 0 3 3 0 2
3 Tanjung Verde 2 0 2 0 2 2 0 2
4 Arab Saudi 2 0 1 1 1 5 -4 1

Detail Pertandingan:

BAGIKAN 𝕏 f W