LOS ANGELES — Ini adalah kisah tentang tim yang melakukan 62 tembakan tanpa mencetak satu gol pun, lalu tiba-tiba mencetak tiga gol dalam satu pertandingan — tapi tetap saja tersingkir.

Ini adalah kisah tentang Turki di Piala Dunia 2026.

Kaan Ayhan mencetak gol kemenangan di menit ke-98 untuk memberi Turki kemenangan 3-2 atas Amerika Serikat di SoFi Stadium. Itu adalah momen kegembiraan yang murni — para pemain melompat, bangku cadangan berlari ke lapangan, suporter Turki menangis.

Tapi ketika peluit akhir berbunyi, kenyataan kembali: Turki masih di posisi keempat Grup D. Mereka masih tersingkir. Kemenangan ini — sedramatis apa pun — tidak mengubah apa pun.

Turki 3-2 Amerika Serikat: Gol Menit ke-98, 62 Tembakan Tanpa Gol, dan Kemenangan Paling Kejam dalam Sejarah Piala Dunia

Misteri 62 Tembakan

Bagaimana sebuah tim bernilai €470 juta — dengan pemain seperti Hakan Çalhanoğlu, Arda Güler, dan Kenan Yıldız — bisa melakukan 62 tembakan dalam dua pertandingan tanpa mencetak satu gol pun?

Itu adalah rekor Piala Dunia. Jumlah tembakan terbanyak tanpa gol dalam rentang dua pertandingan mana pun dalam sejarah turnamen.

Melawan Paraguay: 63% penguasaan bola, 28 tembakan, 5 tepat sasaran, 0 gol.
Melawan Australia: 57% penguasaan bola, 34 tembakan, 7 tepat sasaran, 0 gol.

Ini bukan nasib buruk. Ini adalah kegagalan sistemik — kegagalan penyelesaian akhir, kegagalan ketenangan, kegagalan persiapan taktis. Penyerang terlalu terburu-buru. Gelandang terlalu banyak mengoper. Seluruh tim tampak membeku ketika momen-momen penting tiba.

Melawan tim Amerika Serikat yang telah melakukan sembilan pergantian — karena mereka sudah memenangkan grup — Turki akhirnya menemukan sentuhan mereka. Mereka mencetak tiga gol. Tapi saat itu, kerusakan sudah terjadi.

Arda Güler: Bintang yang Lahir

Satu-satunya titik terang untuk Turki adalah kemunculan Arda Güler sebagai bintang Piala Dunia sejati.

Gelandang Real Madrid berusia 21 tahun itu adalah jantung dari segala hal baik tentang penampilan Turki melawan Amerika Serikat. Gol penyeimbangnya di menit ke-10 — penyelesaian klinis dari umpan Baris Yilmaz — adalah gol pertama Turki di turnamen ini setelah 62 tembakan yang sia-sia. Itu juga menjadikannya pencetak gol termuda Turki dalam sejarah Piala Dunia, melampaui Emre Belözoğlu.

Dia juga terlibat dalam gol kedua, mengatur serangan yang berujung pada penyelesaian jarak dekat Orkun Kökçü. Di malam ketika Turki akhirnya menunjukkan apa yang bisa mereka lakukan, Güler adalah konduktornya.

Pertanyaannya: mengapa mereka tidak bisa melakukan ini melawan Paraguay dan Australia?

Pulisic Kembali

Bagi Amerika Serikat, hasil pertandingan adalah sekunder. Cerita sebenarnya adalah kembalinya Christian Pulisic.

Penyerang AC Milan itu absen dalam pertandingan melawan Australia karena cedera betis dan hanya bermain 45 menit melawan Paraguay. Melawan Turki, ia masuk di menit ke-58 dan langsung tampak seperti pemain terbaik di lapangan.

Dalam enam menit, ia memaksa Uğurcan Çakır melakukan penyelamatan yang mendorong tendangan melengkungnya ke tiang gawang. Beberapa menit kemudian, ia mengontrol umpan dengan dada, berlari ke kotak penalti, dan digagalkan lagi. Ia bermain 30 menit dan melakukan tiga tembakan. Ia tampak tajam, lapar, dan siap.

Amerika Serikat akan menghadapi Bosnia-Herzegovina di babak 32 besar. Pulisic yang fit sepenuhnya mengubah segalanya.

Klasemen Akhir Grup D

Pos Tim M W D L GF GA GD Pts
1 Amerika Serikat 3 3 0 0 8 1 +7 9
2 Australia 3 1 1 1 2 2 0 4
3 Paraguay 3 1 1 1 1 3 -2 4
4 Turki 3 0 0 3 0 5 -5 0

Kemenangan Paling Kejam

Para pemain Turki merayakan gol Ayhan seperti mereka telah memenangkan Piala Dunia. Dalam satu cara, mereka memang menang — mereka telah memenangkan kembali harga diri mereka. Tapi saat mereka berjalan keluar dari lapangan SoFi Stadium, papan skor menceritakan kisah yang tidak bisa mereka hindari: Grup D, posisi keempat, tersingkir.

Ini adalah kemenangan paling kejam dalam sejarah Piala Dunia. Sebuah pengingat bahwa dalam sepak bola, waktu adalah segalanya — dan terkadang, momen-momen terindah tiba ketika semuanya sudah terlambat.

Sumber: Sky Sports, NPR, FIFA, Xinhua

BAGIKAN 𝕏 f W