Piala Dunia FIFA 2026 — Grup C, Matchday 2 | 20 Juni | MetLife Stadium, New York

NEW YORK — Menit ke-12, Vinicius Junior menerima bola di sisi kiri. Ia menghadapi bek kanan Haiti, melakukan step-over, lalu berakselerasi. Bek tertinggal. Vinicius memotong ke dalam dan melepaskan tembakan kaki kanan ke sudut jauh.

1-0.

Menit ke-31, Raphinha mengirim tendangan sudut. Marquinhos melompat di atas kerumunan dan menyundul bola ke gawang. 2-0.

Menit ke-55, Vinicius mendapat bola lagi. Kali ini di luar kotak penalti, menghadapi dua bek. Ia menggeser bola ke samping, lalu melepaskan tembakan melengkung ke sudut kanan atas. 3-0.

Menit ke-78, pemain pengganti Endrick menerima bola di kotak penalti, berputar, dan menembak. 4-0.

Brasil bermain dengan mudah. Haiti berjuang sekuat tenaga. Tapi jarak kualitas setinggi tribun MetLife Stadium.

Vinicius: Pernyataan Ballon d’Or

Dua gol dari Vinicius. Setiap sentuhannya membuat pertahanan Haiti panik. Dribelnya di sisi kiri tak terhentikan — bukan karena kecepatan semata, tapi karena Anda tidak pernah bisa menebak apa yang akan ia lakukan selanjutnya.

Ini adalah gol ketiga dan keempat Vinicius di Piala Dunia ini. Dua pertandingan, empat gol. Ia memberitahu dunia, dengan setiap sentuhan bola: Ballon d’Or akan datang.

Haiti: Berani, Tapi Jarak Terlalu Lebar

Haiti menguasai bola 28%. Empat tembakan. Nol tepat sasaran. Tapi setiap aksi defensif adalah pertempuran. Kiper Johny Placide melakukan tujuh penyelamatan, setidaknya tiga di antaranya kelas dunia. Bek-bek melemparkan tubuh mereka di depan tembakan Brasil.

Skor 4-0 terlihat brutal. Tapi jika Anda menonton pertandingan, Anda akan pergi dengan rasa hormat kepada Haiti.

Pelajaran untuk Sepak Bola Indonesia

Brasil mengajarkan kita tentang pentingnya memiliki pemain yang bisa menciptakan sesuatu dari ketiadaan. Vinicius tidak membutuhkan sistem yang sempurna. Ia tidak membutuhkan 20 umpan untuk menciptakan peluang. Ia hanya butuh bola, ruang, dan satu lawan satu. Sisanya adalah sihir.

Indonesia membutuhkan pemain seperti ini. Pemain yang, ketika sistem tidak berjalan, bisa mengambil bola dan berkata: “Aku yang akan selesaikan.” Kita belum memilikinya. Tapi kita harus mencarinya. Atau menciptakannya.

Klasemen Grup C

Pos Tim M M S K GM GK SG Poin
1 Brasil 2 2 0 0 9 1 +8 6
2 Skotlandia 2 1 0 1 1 2 -1 3
3 Maroko 2 0 0 2 1 4 -3 0
4 Haiti 2 0 0 2 0 6 -6 0

Detail Pertandingan:

BAGIKAN 𝕏 f W